Kalian pernah mendengar kisah Syafrudin Prawiranegara bukan? Ya! Beliau adalah pahlawan dari Sumatra Barat yang ikut berperan untuk kemerdekaan Indonesia. Kisah perjuangan beliau memang aq ga tau pasti, tapi aq pernah melihat rumahnya yang terletak di Abai Sangir, Sumatra Barat. Kebetulan, ayahku juga lahir disana, jadi ayahku tahu rumah beliau. Aq bangga banget karena tanah kelahiran ayahku menyimpan sejarah kemerdekaan juga. Padahal Desa Abai Sangir merupakan desa pelosok yang jauh dari Kota Padang. Kita harus menempuh waktu sekitar 6 jam dari Padang ke Abai Sangir. Desa Abai Sangir sungguh indah. Sungai Batanghari nampak jernih mengalir. Pepohonan masih amat banyak, dan jalannya berbukit-bukit. Udaranya sejuk dan membuat betah siapapun yang berkunjung kesana. Disana terdapat beberapa Rumah Gadang [rumah adat Minang] yang digunakan sebgai tempat untuk sekedar berkumpul warga maupun sebagai tempat untuk menggelar hajatan. Rumah Gadang selalu ramai saat bulan puasa, begitu juga surau [mushalla]. Ya! Warga Abai Sangir rajin ke surau, terutama anak-anaknya. Mereka terbiasa mengaji bersama-sama. Agama mayoritas disini Islam. Bahkan, yang tadinya non muslim pindah agama menjadi Islam. Maka itu, kehidupan agama disini sangat kokoh.
Di sore hari, warga Abai Sangir mencuci dan mandi di sungai. Sungainya agak deras, tapi tidak dalam. Bagi anak-anak, sebaiknya jangan pergi ke sungai ini tanpa orang dewasa. Di sungai, kerbau dimandikan hampir setiap hari. Bahkan, kendaraan seperti motor juga dicuci disini :) Haha.. Mereka bermain riang di sungai. Jika waktu sudah petang, mereka pulang ke rumah masing-masing.
Makanan disini pedas-pedas. Makanan disini selalu menggunakan cabe dan tomat sebagai bahan utamanya. Selain itu, sebagian warga disini selalu memasak yang berbau santan. Ibu-ibu di desa ini suka memasak bersama-sama, makan pun bersama ;). Bapak-bapak disini mayoritas bekerja sebagai buruh sawit. Mereka terbiasa bekerja keras.
Di Abai Sangir, pasar hanya ada di hari Senin dan Kamis. Di dua hari itu, semua warga tumplek blek disana. Haha.. Lucu, ya? Mereka berbondong-bondong ke pasar untuk membeli beras, lauk, sayur, dan lainnya. Disana juga disediakan stand-stand mainan untuk para anak.
Nah, temen-temen, kapan-kapan kesana, ya? Rasakan nikmatnya alam dan keramahan penduduknya. Thanks
Selasa, 28 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Http://Anaksolsel.blogspot.com
BalasHapusvi pasti kenal ma yg buat blognya..
hehehe...ditunggu kunjungannya yach...